chrisdi
Selasa, 10 Mei 2011
Sejarah Shisha
Shisha itu dasarnya kaya sejenis cara menikmati tembakau dengan cara
yang berbeda. Klo bicara katanya shisha aman 100% nggak juga off
course :) karena gimana pun yang namanya tembakau tetep ada nikotinnya
cuma lebih rendah daripada rokok mungkin karena lebih ringan dan sudah
dicampur dengan air sebagai filter bahkan tidak jarang dicampur dengan
wine. Tapi perlu disadari tar dalam shisha jauh lebih tinggi daripada
rokok!
shisha
Rasa shisha yang paling banyak digemari adalah rasa apel sekalipun
rasa lainnya juga cukup terkenal. Bahaya shisha secara medis belum
banyak penelitian, tapi sejauh yang saya tau karena sifatnya yang dari
tembakau dan di uap air kan bisa membuat dampak yang cukup serius
seperti kanker esophagus atau kanker mulut tetep aja possible klo
bertahun2 terus dihisap.
Yah mungkin yang perlu ditekankan disini adalah gimanapun nikotin
adalah kandungan alami tembakau! So jangan kemakan promosi sisha itu
bebas nikotin 100%
Well tapi sekarang ini bisa dibilang sisha sudah mulai masuk ke
indonesia dan ga sedikit kafe atau cozy place yang nyediain shisha
———————————————————————-
kalau yang ini dikutip dari
http://www2.kompas.com/ver1/Kesehatan/0801/07/105714.htm
Sisha Sama Buruknya dengan Rokok?
CALIFORNIA, MINGGU – Merokok memang sudah menjadi kebiasaan dan gaya
hidup masyarakat, walaupun secara terbuka banyak pihak memperingatkan
bahayanya termasuk dari pemerintah maupun produsen rokok.
Cara untuk menikmati asap rokok pun kini semakin beragam misalnya
dengan menggunakan sisha atau hookah yang berasal dari negara Timur
Tengah. Kata sisha/hookah sendiri berasal bahasa Persia yang memiliki
arti gelas piala. Makna hookah maupun shisha sama-sama mengacu pada
bentuk, cara menghisap, sekaligus kandungan air sebagai penyaringnya.
Banyak anggapan bahwa kandungan air yang digunakan dalam hookah/sisha
berfungsi sebagai filter penyaring racun yang membahayakan. Tak heran
bila kebiasaan menghisap hookah pun menjadi pilihan anak muda masa
kini ketimbang menghisap rokok yang dikenal mengandung racun berbahaya.
Namun pada kenyataannya, baik rokok atau pun sisha ternyata memiliki
efek negatif yang tak jauh berbeda. Sebuah riset terbaru menyebutkan,
hookah dan rokok tembakau sama-sama mengandung kadar tinggi karbon
monoksida yang merugikan kesehatan.
Riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical
Association ini memang hanya meneliti satu jenis gas beracun saja.
Sehingga mustahil untuk membandingkan secara langsung dampak
penggunaaan sisha dengan asap rokok.
“Walau begitu, riset ini setidaknya memberi peringatan kepada pecinta
sisha untuk berpikir dua kali menghisap pipa. Menikmati sisha
bukanlah suatu aktivitas yang bebas risiko seperti yang mereka kira.
Penggunaannya sungguh tidak aman untuk kesehatan” , ungkap penulis
riset S. Katharine Hammond, kepala divisi ilmu kesehatan lingkungan di
University of California, Berkeley.
Sisha, yang hampir serupa dengan bong yang digunakan mengisap
marijuana, memang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Di
banyak kota, kini banyak berdiri bar-bar menyediakan sisha sehingga
memicu ketertarikan pengunjung untuk mencoba menghisap pipa berbentuk
unik tersebut.
Pengguna biasanya menghisap asap tembakau dari sisha setelah asap
tersebut melewati gelembung air, proses yang dianggap sebagai
filterisasi racun tembakau.
Untuk membuktikan kandungan racun pada sisha, Hammond melibatkan 27
mahasiswa yang biasa menghisap sisha selama satu jam dalam tiga malam
yang berbeda pada April 2006. Lima mahasiwa lain yang tidak memakai
hookah juga dilibatkan dalam riset. Tetapi mereka harus tinggal
bersama di ruangan saat para mahasiswa mengisap sisha.
Partisipan sebelumnya harus terbebas dari sisha selama 84 jam sebelum
riset dilakukan. Kemudian, partisipan penghisap pipa yang didalamnya
mengandung air serta 10 gram tembakau Al Fakher mu’assal tobacco yang
dipanaskan menggunakan arang.
Peneliti lalu memantau kandungan karbon monoksida pada dua kelompok
partisipan sebelum dan sesudahnya dengan menggunakan sebuah mesin yang
didesain untuk mendeteksi perokok.
Rata-rata kandungan karbon monoksida pada partisipan mencapai 42 ppm,
lebih tinggi ketimbang yang ditemukan pada perokok sigaret (17 ppm).
Riset juga menemukan kadar karbon monoksida meningkat di ruangan
tempat partisipan menghisap hookah dan bahkan bisa mencapai tingkat
yang merugikan kesehatan lingkungan.
Hammond mengatakan pihaknya tidak dapat membandingkan secara langsung
penggunaan sisha/hookah dengan merokok sigaret, yang jelas-jelas
mengandung banyak racun. Selain itu, masih sulit mengetahui secara
pasti bentuk penggunaan hookah seperti apa yang dapat meningkatkan
risiko penyakit paru-paru atau jantung
“Hookah/sisha mungkin saja tidak akan membuat Anda mengidap kanker
paru-paru, tetapi akan mempengaruhi kesehatan Anda dengan cara lain,”
ujarnya.
Sementara itu Thomas Eissenberg, profesor psikologi dari Virginia
Commonwealth University yang juga meneliti penggunaan sisha,
mengatakan bahwa risetnya menunjukkan bahwa menghisap sisha selama 45
menit menghasilkan jumlah tar 36 kali lebih banyak ketimbang merokok
selama lima menit.
“Tar mengandung senyawa yang merupakan unsur utama asap yang dapat
menyebabkan kanker. Meski begitu belum jelas apakah jenis tar dalam
sisha berbeda dengan tar pada rokok sigaret,” tandasnya. (HealthDay
News/AC)
———————————————————————–
dikutip dari http://www.bloggaul.com/kamane/readblog/90557/shisha
Temen gw ada yang tanya apakah shisha berbahaya ato kagak,jadinya gw tergugah utk mengetahuinya..so gw cari aja di internet..dan ini jawabannya :
Shisha Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok
KONGKOW bareng teman sambil
rame-rame menikmati shisha
(rokok ala Arab)… so pasti gaul abis.
Tapi siapa nyana, ternyata menghisap
1 shisha setara dengan 15
hingga 52 batang rokok.
Itu baru kandungan karbon
monoksidanya. Sedangkan kandungan
tar 1 shisha setara dengan
27 hingga 102 batang rokok!
Begitulah hasil penelitian laboratorium
nasional Prancis, Laboratoire
National d’Essais
(LNE), yang disampaikan
oleh Agen
Antitembakau
Prancis (OFT).
Laporan tersebut
menye- butkan shisha merupakan
sum- ber utama polusi
udara di area tertutup dan sekitarnya.
Tak heran, karena ternyata
shisha lebih berbahaya ketimbang rokok.
“Satu shisha setara dengan sekitar 70 hisapan
rokok,†sebut Presiden OFT Bertrand
Dautzenberg seperti dilansir AFP, Rabu
(31/10).
Ada 3 tipe rokok Arab dari Timur Tengah
itu yang dites. Tipe 1 shisha dengan karbon
ringan berjumlah sedikit. Tipe 2 shisha dengan
karbon ringan berjumlah banyak.
Tipe 3, shisha dengan karbon alami bervo-
Shisha Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok
lume sedikit.
Lalu ada 3 parameter yang
digunakan sebagai
ukuran
perbandingan
dengan rokok,
yakni
jumlah tar, karbon
monoksida,
dan nikotin.
Untuk 70 liter asap
yang yang diproduksi
shisha, tar yang
terkandung pada tipe 1 adalah
319 miligram, atau 32 kali melewati
batas yang ditetapkan Eropa untuk sebatang
rokok.
Sementara shisha 2 mengandung tar
266 miligram, atau 27 kali melebihi batas
rokok. Sedangkan shisha tipe 3 mengandung
tar 1.023 miligram, atau 102 kali
melebihi batas rokok.
Karbon monoksida yang terkandung
pada shisha tipe 1 yakni 17 kali melebihi
batas rokok, tipe 2 sebanyak 15 kali, dan
tipe 3 sebanyak 52 kali.
Kadar nikotin yang terkandung pada
shisha tipe 1 dan 2 setara dengan sebatang
rokok, sedangkan tipe 3 setara dengan 6
batang rokok. Meski shisha memang dinikmati
beramai-ramai, tapi sepertinya harus
pikir-pikir lagi untuk menghisapnya. (Dtc)
Selasa, 03 Mei 2011
sepeda yang wabahnya sedang menjamur di Indonesia
Sesuai judulnya ane mau ngebahas tentang fixed gear yang lagi menjamur di indonesia khususnya di kota-kota besar.
Pada prinsip sepeda Fixie adalah sepeda dengan ‘gear mati’ alias Fixed Gear alias tidal free wheel..
Base sepeda ini menggunakan rangka sepeda balap (road bike) dan simple, tanpa gear shift bahkan handle brake (rem).
Sepeda fixie adalah sepeda yang digunakan kaum pengantar pos/koran/majalah, yang biasa dikenal dengan kurir di wilayah kelahiran saya di Amerika sana, persisnya di New York.
Mereka mengalami masalah lead time pada saat mendeliver paket mereka karena kondisi kota New York yang begitu padat.
Makanya mereka memilih sepeda sebagai altrernative, dan hasilnya memuaskan dengan lead time delivery berkurang dan pengiriman yang jauh lebih cepat.
Fixie Bike, yang menggunakan Fixed Gear, akan membuat ayunan pedal terus berputar seiring dengan perputaran roda belakang, sehingga untuk melakukan pengereman, maka si pengendara harus mengurangi putaran pedal dengan cara gaya melawan arah putaran pedal.. atau biasa di sebut dengan sistem ‘door trape’..
Kalau kepingin mudah ngebayaginnya, om dan tante bisa membayangkan teori ayunan pada becak..
Hal ini sangat berbahaya untuk orang yang tidak terbiasa, karena pada saat melewati jalan menurun, maupun berbelok, pedal akan terus berputar dan laju sepeda akan terus melaju dengan kencang. (biasanya perbandingan gigi (gear ratio) depan dan belakang juga besar).
Tapi untuk yang penasaran untuk kepingin punya fixie, sekarang ada alternative, seperti :
a. Biasanya untuk mensiasati penggunaan gear door trape , juga dipasangkan gear free wheel, jadi pada hub belakang ada dua gear di kanan dan kirinya.
Satu sisi untuk sistem door trape, sisi lain untuk free wheel
Jadi kalo mau nyaman dan aman, tinggal dibalik aja bannya,,….asal jangan lupa, sebaiknya juga pake ban luar dengan sistem “all direction”
b. Bisa ditambahkan dengan rem depan saja,…(ingat sepeda fixie adalah sepeda yang simple…jadi nggak banyak assesoris)
Kenapa rem depan saja?, karena rem depan lebih akurat dan cepat untuk memperlambat laju sepeda, selain pada saat kita melakukan rem depan, otomatis berat tubuh akan terdorong ke depan sesuai dengan hukum alam kelebaman. Jadi titik tumpu akan condong ke arah depan, sehingga lebih efektif meredam gaya yang ke arah depan.
sekedar tambahan nehh,, nama bagian-bagian fixie.
Rabu, 27 April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)



